Saturday, November 21, 2015

Kisah sebuah gagasan gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional









       Pada bulan juni 1859 seorang penguasa swiss bernama henry dunant tiba di sebuah tempat bagian utara italia dalam perjalannya untuk menemui kaisar prancis, napoleon III. Namun, napoleon III sedang berperang dikawasan itu, henry dunant yang berasal dari jenewa ingin melakukan pembicaraan bisnis dengan kaisar. Jalan yang dilaluinya panjang dan sangat sulit. Banyak sungai yang harus disebrangi padahal di beberapa sungai tidak terdapat jembatan. Kemudian, ketika henry dunant mendekati desa solferino, padang rumput disitu telah berubah menjadi medan pertempuran. Henry dunant meandang penuh ngeri ketika pasukan prancis dan Austria saling membantai dalam sebuah pertempuran dahsyat.
 
       Menjelang petang, padang rumput tersebut penuh dengan prajurit yang bergeletakan karena luka-luka, sekarat atau tewas. Korps medis angkatan perang yang ada sangat kewalahan dan kebingungan sehingga tidak mampu menanggulangi situasi tersebut. Perasaan ngeri yang menguasai henry dunant membuatnya lupa akan tujuan yang sebenarnya dia dating ketempat itu.dia memutuskan untuk memakai gereja di desa Castiglione itu sebagai rumah sakit darurat. tanpa mengenal lelah dia membaktikan diri melakukan tugas pertolongan ini. Dan bahkan, dia mencatat pesan-pesan para korban bagi keluarga mereka.

       Sekembalinya ke jenewa, henry dunant tak melupakan pengalamannya. Dia kemudian menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku. Tulisannya ini di akhiri dengan dua imbauan : (1) agar di setiap Negara dibentuk sebuah kelompok relawan yang tugasnya ialah mengurus korban di masa perang. Dan (2) agar Negara-negara membuat kesepakatan untuk melindungi para relawan pertolongan pertama ini. Buku henry dunant itu diterbitkan pada tahun 1862 yang melahirkan sebuah gagasan.

       Pada tahun 1863, gagasan tersebut terwujud. Henry dunant dan empat warga jenewa lain mendirikan komite internasional pertolongan korban luka (the international committee of aid for the wounded) yang kemudian hari menjadi ICRC (komite nasional palang merah). Pada tahun itu pula lahir perhimpunan-perhimpunan nasional.

“gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional tidak hanya sekedar menghafal 7 prinsip dasar, tetapi bagaimana kemauan kita untuk menerapkannya”

notes : gambar saya ambil dari group saya, yaitu pmr SMK Negeri 1 Slawi.. Siamo!!

No comments:

Post a Comment