Thursday, December 3, 2015

Lambang-lambang dalam perhimpunan nasional

Lambang adalah suatu ciri khas yang dipakai sebagai  identitas  atau tanda pengenal bagi orang-orang di suatu kelompok, daerah, negara atau apapun, termasuk  Lambang  Palang  Merah.  Sebelum  Lambang  Gerakan diadopsi,  setiap  pelayanan  medis  kemiliteran  -  setidaknya  di  Eropa,  memiliki  tanda pengenal  tersendiri.  Austria  misalnya,  menggunakan  bendera  putih,  Perancis bendera merah, atau Spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang digunakan, menimbulkan akibat yang tragis. Walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari personel medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal medis lawan  mereka  dan  karena  tanda-tanda  pengenal  yang  dipakai  itu  bukanlah  lambang  yang  universal  serta  tidak  dipandang  sebagai  suatu  hal  yang  netral.

     1.      Lambang  Palang  Merah 


        Tahun  1863,  konferensi  internasional  diselenggarakan  di  Jenewa  dan mengadopsi  Lambang  Palang  Merah  di  atas  dasar  putih  sebagai  tanda pengenal  Perhimpunan  Nasional  Palang  Merah  yang  merupakan kebalikan  dari bendera  nasional  Swiss.  Tahun  1864,  Konvensi  Jenewa  yang  pertama menyatakan  bahwa  lambang  Palang  Merah  diatas  dasar  putih  secara  resmi diakui sebagai  tanda  pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada Konvensi  Jenewa  tahun  1906,  waktu peninjauan  kembali  terhadap Konvensi  Jenewa  Tahun  1864,  barulah  ditetapkan  lambang  Palang Merah  tersebut  sebagai penghormatan  terhadap Negara  Swiss.

     2.      Lambang  Bulan  Sabit  Merah
                                                
      Tahun  1876  saat  Balkan  dilandaperang, sejumlah pekerja sosial yang tertangkap  oleh  ottoman  dibunuh semata-mata  karena  mereka  memakai  ban  lengan dengan  gambar  palang  merah. Ketika  pemerintah  Turki  diminta  penjelasan  mengenai  hal  ini, mereka menekankan kepekaan tentara  muslim terhadap  bentuk palang/salib dan mengajukan agar perhimpunan nasional serta pelayanan  medis  militer  mereka,  diperbolehkan  untukmenggunakan lambang  yang  berbeda  yaitu  Bulan  Sabit  Merah. Gagasan  ini  perlahan-pelahan  mulai  diterima,  memperoleh semacam  pengesahan  dalam  bentuk  'reservasi'  dan  diadopsi sebagai lambang yang sederajat dengan lambang palang merah dalam konvensi tahun 1929. Lambang Bulan Sabit Merah di atas dasar  putih  yang  saat  itu  dipilih  oleh  Persia  (sekarang  Iran)  diakui sebagai lambang pembeda dengan fungsi dan tujuan yang sama dengan lambang  palang merah dan singa dan matahari merah sebagaimana  tercantum  pada  Konvensi-konvensi  Jenewa  1949 dan  protokol  tambahan  I  dan  II  1977.

     3.      Lambang  Kristal  Merah
                                                         
            Tahun  2005  Kristal  Merah  diatas  dasar  putih  diadopsi menjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadi konflik  bersenjata/perang atau  bencana, maka negara  yang menggunakan  Lambang  Palang  Merah  atau  Bulan  Sabit Merah, ICRC  dan  IFRC  dapat  menggunakannya secara  khusus untuk  kegiatan  kepalangmerahan  yang  dilaksanakan  di daerah  tersebut.

Banyak yang mengira jika Lambang Palang Merah ada hubungannya dengan simbol agama, padahal sama sekali tidak ada hubungannya. Tanda Palang Merah, Bulan Sabit Merah dan Kristal Merah diatas dasar putih ditetapkan sebagai lambang khusus untuk perlindungan, dimana setiap negara hanya boleh menggunakan satu lambang. namun terdapat pula penyalah gunaan lambang yang sering terjadi

Related Post :

No comments:

Post a Comment